The College of Life

Pernahkah kamu merasa sedang berada di lembah paling bawah dalam kehidupanmu?

Dimana otak telah berhenti berfikir, hati telah letih mencerna, tapi nafas bergerak semakin kencang. Waktu yang anggun berputar terlihat seperti singa yang menakutkan.

Ya, dalamnya lembah itu memang tergantung kepada kepercayaanmu terhadap ketentuan Tuhan. Di lembah terdalam itulah bermukim bisikan putus asa.

Amarah dan kesedihan bergulir menjadi teman setia.

Ibarat sedang terjebak dalam sumur yang dalam. Gaya gravitasi memberatkan badan kita saat berusaha keluar, sehingga sulit untuk mengusahakan langkah-langkah pertama. Dunia terasa sangat gelap saat kita masih berada di dasarnya.

DSC_0989

Tahukah kamu? kamu hanya perlu dua hal ini untuk berhasil keluar dari lembah menakutkan itu.

Pertama, yang kamu butuhkan adalah DOA. Tanda-tanda makhluk yang cinta pada Tuhannya adalah bersikap manja. Laiknya seorang anak yang minta dibelikan apapun pada orang tua. Makhluk yang manja itu tidak akan segan-segan untuk minta apa saja pada Sang Maha Kaya. Doa adalah kata-kata manja seorang makhluk yang percaya pada Tuhannya.

Masalah adalah pelengkap kedewasaan. Semua orang, bahkan Nabi pun pernah mengalami kegundahan. Saat itu, Nabi memanjatkan doanya pada Tuhan. Doa Nabi tersebut telah di dokumentasikan dalam kitab suci (Q.S. Al Baqarah 286).

Mari kita sama-sama berdoa. Agar keadaan sedih digantikan dengan keadaan bahagia.

…Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami pikul. Beri maaflah kami, ampuni kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami,…. Amin.

Lalu, hal kedua adalah AIR MATA.

Menangis bukanlah mengeluh, bukan juga mengumpat. Tidak semua tangisan akan membuat seseorang terlihat lemah. Menangis adalah upaya untuk memacu sistem kotor dalam tubuh kita seperti kesedihan, kebencian, dendam, dan sebagainya agar keluar bersama luapan air mata. Air mata itu sifatnya menyejukan hati yang sedang kepanasan.

Mungkin kamu pernah mendengar sebuah kalimat konvensional tentang air mata. Bunyinya begini…

Air mata adalah satu-satunya cara bagaimana mata berbicara ketika bibir tidak mampu menjelaskan apa yang membuat perasaanmu terluka.

Perlu untuk kamu ketahui, apapun yang terjadi pada masa lalu, masa kini, maupun masa depan kehidupanmu adalah bagian dari ketetapan Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan sangat mencintai makhluknya. Jadi, seberat apapun masalah yang kamu hadapi adalah bagian dari rencana Tuhan untuk menjadikanmu orang yang lebih baik. He gives us opportunity to enter The College of Life

Akhir kata,

Nobody is super strong, because nobody is made of metal. Instead, we are all made of clay. So, when you feel broken, don’t be hopeless. Take that opportunity to be in God’s hands. Let Him mold a new you and make you strong again.

Semoga kamu selalu berbahagia.

By. Riri A