The Third 1806

For life and death are one, even as the river and the sea are one. (Kahlil Gibran)

Me n Dad

Dad, I had never found better Man than you. I am swear, Dad! Dirimu tampan dari hatimu, Paps…Setiap sentuhanmu adalah lambang kasih sayang yang tidak pernah dapat tergantikan oleh siapapun…I Love you, Dad!!

Paps, bolehkah aku ingat-ingat masalalu? Dimana aku merasa menjadi princess yang paling beruntung didunia. Paps, aku tahu bahwa dirimu paling tidak suka kembali ke masa lalu, karena menurutmu masa depan selalu garang minta diperhatikan. I remember it well, Dad!! Namun, hari ini aku ingin menuliskan hal yang paling istimewa..

Kita punya satu persamaan, We are a Dreamer!! Hal apapun tidak pernah luput dari skenario mimpi kita, Paps. Masa depan seolah sudah kita rancang jauh hari sebelumnya. Aku paling suka mengganggumu saat cintamu beralih pada koran-koran. And you always said that, “Why???” Sampai sekarang pun aku belum tahu jawabannya.

Apapun yang Paps ucapkan, adalah modal bagi perjalanan hidupku, memang agak lebai…but You are my Motivator…Paps selalu bilang, Berdiri paling depan, Jadilah berbeda!! Paps tidak pernah marah kalau nilaiku jelek, tapi dia selalu marah kalau aku terpengaruh oleh orang jahat. Bertemanlah dengan siapapun, tapi jangan lupakan dirimu!! begitu kata Paps.

Keluargaku punya banyak aturan, yang mungkin menurut orang lain seperti di penjara, akan tetapi inilah pendidikan yang paling sempurna menurutku. Kenapa? Karena orang tua kami are Best Manager. Paps dan Mams paling pintar mengaplikasikan reward and punishment yang seimbang. Mereka selalu berasumsi bahwa aku dan adikku adalah the most precious treasures…

Paps, meskipun ini agak menyebalkan, but You are the Powerful Spy…Aku sering keki, karena aku tidak pernah bisa merahasiakan sesuatu dari Paps. Paps paling berbakat menjadi mata-mata. Dia paling handal membaca pikiran orang-orang. Waktu kita tinggal berjauhan, Paps adalah orang yang paling sering menelepon aku. Hebatnya, telepon Paps selalu datang saat aku benar-benar membutuhkan teman ngobrol.

I know that We are Soulmate…Tanpa Paps bilang, aku tahu bahwa dirimu adalah orang yang paling terpukul saat aku pindah kuliah ke negara tetangga. Paps jatuh sakit, dan aku merasakan itu Paps..

Dan, hal yang paling aku banggakan darimu adalah You are Pious Person…Paps selalu mencontohkan betapa pentingnya menjadi hamba Tuhan yang shaleh. Tiada tujuan yang lebih indah daripada surga Tuhan. Tiada jalan yang lebih benar daripada jalan yang sudah dirancang Tuhan. Dan tiada hal yang lebih baik daripada menjalankan perintah Tuhan. Begitulah cara Paps mendidik kami..Hal yang paling aku ingat adalah, setiap Paps menelepon aku, dia selalu bilang, “Ingat dzikir setiap habis shalat!! Apapun yang Gadis minta, Allah akan kasih…”

I Proud of You, Dad…

Tepat 3 tahun yang lalu, dirimu berjumpa dengan malaikat yang diutus Tuhan untuk menjemputmu. Aku ikhlas karena aku yakin Tuhan sudah siapkan rumah yang lebih indah dari rumah kita sekarang. Tuhan adalah pemilikmu, Paps. Aku bersyukur menjadi bagian dari kehidupanmu. Aku yakin, kita akan kumpul lagi di tempat yang abadi. Semoga Tuhan selalu menyayangimu, Paps. Wait me there, Dad!! I Love you…

By. Riri A

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s