Anak Dara Puan

“Tuhan masih menyimpan aku untuk kekasihku.” gumam Dania Ariana ditengah kegalauannya yang belum tampak titik terangnya.

Usia bukanlah kambing hitam paling sehat untuk dijadikan alasan. Aku ini masih anak dara puan yang menunggu datangnya kebenaran dari ilham Tuhan. Tiada yang luput dari sistem yang telah diaturNya sedemikian rupa. Manusia diciptakan berpasangan dengan orang yang segolongan dengannya. Aku masih menunggu lelaki yang selalu muncul dalam tabir mimpiku…Begitulah kepercayaan kaku seorang Dania Ariana, yang masih mengharapkan Arkan.

DSC_0678

Arkan lagiii…Arkan lagiii…Entah kenapa Ria selalu menyimpan hati merahnya untuk lelaki yang tidak jelas dimana berada. Bila aku bertanya, “Memang dimana lelakimu itu?”…Ia dengan lantang meyakini Arkan lebih dekat dari orang-orang yang mendekat. Mungkin itulah sebabnya Ria terkesan dingin kepada orang-orang baru.

“Sudah berkali-kali Arkan mengunjungiku. Aku yakin ini petunjuk Tuhan.” Ria mempertegas.

Ria memang pernah mengagumi Arkan saat mereka masih remaja. Aku takut Ria hanya mengidap nafsu sesaat. Bahkan hingga saat ini Arkan belum pernah menunjukkan kasih yang nyata pada Ria. Saat dahulu terakhir bersua, mereka sedang tidak bertegur sapa. Kini…sudah lewat satu dasawarsa…

Ria hanya meng-update kabar angin yang didapatkannya dari sumber-sumber yang menurutnya bisa dipercaya. Semua berita mengabarkan bahwa Arkan belum pernah memiliki kekasih, serupa dengan Ria. Karena itulah keyakinannya terhadap Arkan semakin bertambah. Jodoh tidak akan tertukar. Aku masih penasaran dengan kisah Ria dan Arkan.

Pernah suatu kali, Ria ditanya oleh Bundanya, “Kamu ingin yang seperti apa?”, Ria menjawab, “Ayah!”

“Riaaa! kamu tidak boleh membayangkan kekasihmu seperti ayahmu. Kamu akan dianggap pezina.”, kata Bundanya.

“Tapi Ria sudah menemukannya, Bun.”…

Aku mengerti makna dari semua penjelasan Ria, karena aku adalah sahabatnya. Menurutnya, sosok Arkan memiliki banyak kesamaan dengan Ayahnya. Hobi, sifat, hingga fisik mereka…Ria tidak pernah mengharapkan Arkan menyerupai Ayahnya. Namun, sekali lagi, ini adalah petunjuk Tuhan.

Bagaimana cara Tuhan mempertemukan mereka? Tunggu kisah selanjutnya…..(Bersambung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s