Gerbang 7 Langit

Hari ini memang sedikit berbeda dari sebelumnya. Sebuah cerita yang mengagumkan, sebuah cerita di zaman Rasulullah…

Gerbang 7 Langit

Begini arti dari Hadist yang diriwayatkan oleh Khalid bin Ma’dan dari Sayyidina Mu’adz…

Rasul bersabda, “Puji syukur kehadirat Allah yang Berkehendak kepada makhlukNya menurut kehendakNya wahai Mu’adz!”

Mu’adz menjawab, “Ya Sayyidal Mursalin”

Rasul bersabda lagi, “Sekarang aku menceritakan suatu cerita kepadamu yang apabila dilafalkan olehmu akan berguna bagimu. Tapi, kalau disepelekan olehmu, maka kamu tidak akan mempunyai Hujjah kelak dihadapan Allah.

Hai Mu’adz!, Allah itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Tiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu. Dan tiap-tiap pintu langit itu dijaga oleh Malaikat Penjaga Pintu, menurut kadarnya pintu dan keagungannya.

Jadi, malaikat (Hafadzah) yang memelihara amalnya si hamba, yang mencatatkan amal-amalnya si hamba itu naik kelangit dengan membawa amal si hamba yang bersinar cahayanga bagaikan cahaya matahari. Setelah sampai ke langit Pertama, malaikat Hafadzah yang menganggap amalnya si hamba itu banyak, memuji kepada amalnya tersebut. Tapi, setelah sampai kepada pintu langit pertama, Malaikat Penjaga Pintu Langit Pertama berkata kepada Hafadzah,

Nah, tamparkanlah amal ini ke muka (wajah) pemiliknya, saya ini menjaga tukang pengupat. Saya diperintahkan untuk tidak menerima si pengupat orang lain itu masuk. Jangan sampai melewatiku untuk mencapai langit yang berikutnya.

Kemudian keesokan harinya, malaikat Hafadzah naik ke langit dengan membawa amal shalih yang berkilauan cahayanya, orang ini tidak suka mengupat. Namun sampai kepada Malaikat Penjaga Pintu Langit Kedua, malaikat itu berkata:

Berhentilah dan tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, sebab dengan amalnya itu dia mengharap keduniaan. Allah memerintahkan kepadaku harus menahan amal ini jangan sampai lewat kepada langit yang lain.

Maka semua malaikat melaknat orang tersebut sampai sore. Kemudian ada lagi malaikat Hafadzah yang naik kelangit dengan membawa amal hamba Allah yang sangat memuaskan, penuh dengan sedekah, puasa, dan bermacam-macam kebaikan yang oleh malaikat Hafadzah dianggap demikian banyaknya dan dipuji. Tapi begitu sampai ke langit ketiga, Malaikat Penjaga Pintu Langit Ketiga berkata:

Berhentilah, tamparkan ke wajah pemiliknya amal ini, saya Malaikat Penjaga Kibir (orang yang sombong). Allah memerintahkan kepadaku agar amal ini tidak melewati pintuku, jangan sampai ke langit berikutnya. Salahnya sendiri, dia takabbur kepada orang lain di dalam perkumpulan.

Singkatnya, malaikat Hafadzah naik lagi ke langit dengan membawa amal hamba yang lain. Amalnya bersinar bagaikan bintang yang bersinar paling terang, suaranya bergemuruh, penuh dengan tasbih, puasa, shalat, naik haji dan umroh. Begitu sampai ke langit keempat, Malaikat Penjaga Pintu Langit Keempat berkata:

Berhentilah, jangan dilanjutkan. Tamparkan amal ini ke wajah pemiliknya, saya Malaikat Penjaga Ujub (membanggakan diri sendiri). Allah memerintahkan kepadaku agar amal ini jangan sampai lewat, sebab jika dia beramal shaleh selalu ujub.

Kemudian, naik lagi malaikat Hafadzah dengan membawa amal hamba yang diiring seperti pengantin perempuan diiring kepada suaminya. Amalannya begitu bagus, seperti jihad, ibadah haji dan umroh. Begitu sampai di pintu langit kelima, Malaikat Penjaga Pintu Langit Kelima berkata:

Saya ini penjaga sifat hasud. Nah, dia itu yang amalnya demikian bagus suka hasud dan iri kepada orang lain atas kenikmatan Allah yang diberikan kepadanya. Jadi diperintahkan oleh Allah, jangan membiarkan amalnya itu melewati pintuku kepintu yang lain.

Kemudian malaikat Hafadzah naik lagi dengan membawa amal yang lain yang tidak kalah hebatnya dengan amalan hamba yang sebelumnya. Wudhu yang sempurna, shalat yang banyak, puasa, haji, dan umroh sehingga sampailau di langit keenam, kata Malaikat Penjaga Pintu itu:

Saya ini malaikat penjaga rahmat. Nah, amal yang seolah-olah bagus ini tamparkanlah ke wajah pemiliknya. Salahnya sendiri bahwa dia itu belum pernah mengasihi orang lain,  apabila ada orang yang mendapat musibah, maka dia merasa senang. Saya diperintahkan oleh Allah bahwa amalnya ini jangan melewatiku supaya jangan sampai kepada yang lain.

Dan naik lagi malaikat Hafadzah ke langit dengan membawa amal si hamba berupa bermacam-macam sedekah, puasa, shalat, jihad dan wara’, suaranyapun bergemuruh bagaikan geledek, cahayanyapun bagai kilat. Begitu sampai kepada langit yang ketujuh, kata Malaikat Penjaga Pintu Langit Ketujuh itu:

Saya ini Penjaga Sum’at (ingin kemasyuran), sesungguhnya si pengamal ini ingin termasyur dalam kumpulan-kumpulan dan selalu ingin tinggi di saat berkumpul dengan kawan-kawannya yang sebaya dan ingin mendapat pengaruh dari para pemimpin. Allah memerintahkan kepadaku agar amalnya itu jangan sampai melewatiku dan jangan sampai kepada yang lain. Dan tiap-tiap amal yang tidak bersih karena Allah, maka itu adalah Riya. Allah itu tidak akan menerima dan mengabulkan kepada amalnya orang-orang yang riya.

Kemudian malaikat Hafadzah itu naik lagi dengan membawa amal si hamba, yakni shalat, zakat, puasa, haji, umroh, akhlak yang baik dan pendiam tidak banyak omong, dzikir kepada Allah, kemudian diiringi oleh malaikat ke langit ketujuh sehingga menerobos hijab-hijab, dan sampailah ke hadirat Allah. Para malaikat itu berdiri di hadapan Allah. Semua menyaksikan bahwa amal ini adalah amal shalih yang diikhlaskan karena Allah.

Tapi firman Allah……………………,

Bersambung………..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s