Dinara’s Luck #2

Jendela-jendela langit tidak dapat mempertahankan ketegarannya. Semua terlihat gelap. Tata surya bersembunyi dibalik selimut hitamnya.

Di sisi timur kerajaan awan, para dewa Komite Kehidupan sibuk berhitung dan membagi porsi keberuntungan setiap bayi yang akan dilahirkan di muka bumi. Setiap tergelincirnya matahari, puluhan ribu bayi menunggu porsi keberuntungannya bersamaan dengan roh yang mengikutinya. Porsi itu akan diberikan tujuh bulan sebelum bayi itu dilahirkan ke dunia.

Pada dasarnya keberuntungan masing-masing bayi akan berbeda, namun sesungguhnya porsi itu akan disesuaikan dengan kekuatan dan anugerah yang lain. Setiap bayi identik dengan karakteristiknya.

Dewa Komite Kehidupan adalah dewa yang paling sibuk di kerajaan awan. Tubuh mereka tidak pernah berhenti bergerak. Jalan mereka sangat kencang. Bersembunyinya sang surya sangat mengganggu tugas dewa-dewa yang sibuk itu. Mereka menjadi letih tanpa energi.

Dewa Fulgur yang pemarah mulai melecutkan cambuk elektromagnetiknya ke tapak langit, sembari membangunkan surya yang tidur. Langit seperti retak berapi jika dilihat oleh manusia. Itulah petir.

Petir itu semakin menakutkan, hingga akhirnya mentari muncul menghangatkan.

Dewi Nubesica kembali menjalankan tugas mulianya. Manusia menjadi gembira. Begitu pula yang dirasakan Ibu Ayunda yang akan melahirkan bayi pertamanya satu bulan lagi.

(Bersambung…..)

β€œRiri Dinara (20 Juni 2012) punya obsesi setinggi bintang dilangit. Ingin menjadi bulan yang menjadi primadona malam dan secerah matahari yang didambakan siang. Keberuntungan bukan hal yang menetapkan kebahagiaan, namun Dinara’s Luck adalah sebutir puing pasir yang tidak boleh luput dari kehidupan, Riri Dinara.”

Advertisements

5 thoughts on “Dinara’s Luck #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s