Stiletto Merah Muda

Bagaimana perasaanmu jika orang yang kamu sayang ternyata membohongi perasaanmu?

Keputusan untuk menunjukkan kejujuran perlu diambil dengan pertimbangan yang sangat matang. Terkadang hati ini sulit untuk menerima kejujuran yang ternyata menyakitkan. Namun, perasaan juga sering menyangkal untuk dibohongi. Dilema.

Dania Ariana hanya terpaku memandang kotak sepatu yang baru saja ia pindahkan ke atas rak sepatu. Kegembiraan yang tadinya menggelora berubah menjadi lara setelah mendengar percakapan nenek dengan Om Rahman via telepon. “Ma, sudah lihat…?”, pembicaraan Om Rahman terputus setelah nenek mengalihkan pembicaraan. Nenek seperti menutupi sesuatu dari Ria.

Ya. Naluri Ria mengajak otaknya untuk bertanya, Apa benar stiletto merah muda ini hadiah dari Om Rahman? Stiletto ini memang dipilih Ria bersama Om Rahman di toko langganan Om Rahman. Setahu Ria, Om Rahmanlah yang membelikan stiletto ini sebagai hadiah karena Ria diterima bekerja di Bank Swasta Asia. Tapi, percakapan telepon itu merusak kebanggaan Ria pada Om Rahman.

“Memang benar yang dibilang Bunda….”

Haruskah Ria menyesal karena telah menerima pemberian Om Rahman? Menyesal karena telah dibohongi atau kerena telah menerima pemberian dari Om Rahman yang sudah menjadi pengangguran? Setumpuk ragu di hati Ria telah mengisahkan sendu mendalam.

Dari awal Bunda sudah mengingatkan, “Jangan minta yang mahal-mahal ya, Ra.”

Tapi, kemanjaan Ria pada Om Rahman telah menggelapkan ingatan Ria pada pesan Bunda. Ria terlalu suka hati. Hal ini menggali lubang penyesalan dihati Ria jika stiletto ini benar-benar pemberian Om Rahman.

***

Dibalik dilema yang dirasakan Ria, ternyata tersimpan sebuah rahasia keluarga yang sangat rahasia. Ini semua semata-mata untuk menambah kebanggaan Ria akan keberadaan keluarga disekelilingnya.

Memang nenek yang memberikan uang pada Om Rahman dan membuat Ria terkesan bahwa Om Rahmanlah yang membelikan stiletto merah muda untuk Ria. Karena Om Rahman satu-satunya yang belum sanggup membelikan hadiah untuk Ria. Nenek tidak ingin Ria menganggap Om Rahman tidak menyayanginya.

Kalau sanggup memetik bintang, Om Rahman pasti akan memetik sebanyak yang Ria inginkan. Tapi apa daya tangan Om Rahman hanya mampu memilihkan stiletto merah muda ini…

***

Jika mengetahui yang sesungguhnya, pastilah prasangka Ria tidak semiris ini. Apapun itu, Ria tetap bangga pada orang disekelilingnya.

Setiap orang punya cara yang unik untuk menunjukkan kasih sayang dan rasa cinta pada orang yang dikasihinya. Niat sucinya mengontrol hati untuk bertindak demi kebahagiaan kekasihnya, meskipun terkadang terasa konyol (By. Riri Armen)

***

Semoga kamu juga memaklumi kekonyolan orang-orang yang menyayangimu, karena sesungguhnya hati mereka ingin sekali membawakan bunga terindah untuk menghiasi ruang dihatimu…

(By. Riri Armen)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s