My Family Like a Rubic

Semalam Riri tidak sempat “posting” (bahkan untuk log-in ke wordpress saja tidak sempat)..Ada gathering keluarga di weekend in.. ūüôā

Momen ini adalah hal yang paling membahagiakan. Rumah yang penuh sesak, namun dilapangkan oleh kehangatan dan canda tawa anggota keluarga. Biasanya keluarga berkumpul di rumah Riri menandakan adanya momen spesial dan perayaan, syukuran.

MY FAMILY LIKE A RUBIC

Rubik is a box whose color can be in the Match, this depends on the level of patience and intelligence of people who hold them. As well as families, will be aligned if you are able to create peace to harmonize the family (By. Riri Armen).

Begitulah keluarga besar Riri, beragam karakter warna. Dari jauh memang tidak terlihat sempurna, tapi kasih sayang mereka sungguh bermakna..

Ada kisah menggelikan saat Riri masih kecil, balita.

***

Ibu, adiknya mami, dan Papa saat itu adalah pasangan pengantin yang baru turun dari pelaminannya. Malam yang melelahkan mereka terpaksa harus masuk kamar yang sudah dihias dengan bunga-bungaan dan kelambu yang cantik, Riri suka.

Tanpa basa-basi, Riri langsung merengek minta ‘bobo’ bareng dengan Ibu dan Papa. Nah, karena tingginya tingkat kasih sayang mereka pada Riri, mereka mengizinkan Riri tidur bersama (sampai pagi datang)….

Setelah dewasa Riri baru menyadari bahwa Riri sudah merusak kebahagiaan terindah yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pasangan yang baru menikah. Tapi, mungkin ini adalah mukjizat untuk Ibu dan Papa, mereka dikaruniai anak kembar…..

Kebaikanmu biarkanlah Tuhan yang membalasnya, Nak!! (By. Riri Armen)

***

Keluarga dapat menciptakan suasana suka dan duka. Tergantung bagaimana menempatkan posisinya. Keluarga dapat menghangatkan bahkan membosankan. Tergantung bagaimana kita menilainya. Keluarga dapat mengingatkan juga menjerumuskan. Tergantung bagaimana kita mengamalkan nasihatnya. Keluarga adalah sekumpulan manusia yang tetap punya tanggung jawab pada Tuhan dan pada dirinya sendiri…Keluarga…

Tapi ingatlah kawan, keluarga hanya bisa mendukung. Tidak sepenuhya bisa kau serahkan pada kekuatan mereka. Mereka tetap seorang individu yang punya tanggung-jawab pada Tuhan (By. Riri Armen)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s