Masa Kecil

Bagaimana kabarnya Dania Ariana? Adakah ia punya cerita baru?..Ria belum menceritakan bagaimana cerita di sekolah yang baru, kan?

***

Menjadi siswa baru bukanlah hal yang menyenangkan buat Ria, apalagi Ria harus beradaptasi dengan lingkungan yang dari awal saja sudah membuat Ria jengkel. Pagi hari yang dingin semakin membuat tubuh Ria menggigil, penyakit yang selalu datang jika Ria akan berjumpa orang-orang baru.

Bersama Ayah dan bu Hasnah, guru kelas 2, aku diantar masuk ke ruang kelas. “Anak-anak, kita kedatangan teman baru dari kota, Ria silahkan duduk di sebelah Neni”, saat itu cuma Neni yang tidak punya kawan sebangku.

Teng!!!Teng!!! Jam istirahat.

“Kenalkan nama aku Ria”, Ria berusaha mendekatkan diri. Anak-anak berseragam merah putih itu hanya diam dan berlagak sok acuh. Hanya Yeti yang mau merengkuh tangan Ria yang sudah diulurkan, “Namaku Yeti”. Syukurlah, meskipun ucapannya sedikit terbata-bata Yeti mau berteman dengan Ria.

Takut tidak memiliki teman di sekolah barunya, Ria berusaha mengajak teman-temanya bicara, Ria menceritakan pengalamannya sekolah di kota. Bla..Bla..Bla…panjang lebar Ria bernarasi dan bereksplorasi. Uuh!! Menyebalkan..mereka tidak merespon apapun. Berpura-pura mendengarkan, tapi ketidaktertarikan mereka terpancar pada wajah-wajah mereka.

“Oi kawan, main jo Nurma, lah?!” seorang anak yang lain memanggil teman-teman Ria. Dia adalah Nurma, ia teman sekelas Ria yang duduk tepat di depan Ria. Sepertinya dia sombong dan tidak ingin berkawan dengan Ria. Ria tinggal sendiri duduk di teras depan kelas yang sedikit ditinggikan dari halaman.

Ria tidak mau sekolah disana Ayaaaaahh!!

Keesokan harinya Bunda memaksa Ria datang kesekolah. Bunda mengantar Ria dan mengajak kawan-kawan Ria bermain bersama. Bunda yang ahli berbahasa daerah mengajak kawan-kawan Ria bercerita. Ria pun larut dengan suasana yang akrab itu..”Kenapa Bunda bisa berteman dengan kawan-kawan Ria?”

Sesungguhnya kawan-kawan Ria adalah anak yang baik, mereka ingin sekali bergaul bersama Ria, tapi sayang…mereka tidak mengerti bahasa Ria, mereka tidak bisa berbahasa Indonesia… 😦

***

Nah, janganlah terlalu cepat berprasangka buruk pada semua orang. Kenali dulu siapa temanmu. Don’t judge a book from the cover!! (By. Riri Armen)

Advertisements

3 thoughts on “Masa Kecil

  1. Pingback: quibids review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s